Wednesday, February 22, 2017

Pemeran Pendukung Yang Lebih Bersinar dari Pemeran Utama

Dia tidak terlihat, tapi mampu memberikan dampak yang besar...
Dia punya posisi yang tak begitu penting, tapi kehadirannya memberikan dampak positif...
Sering di sepele-kan, tapi buah pemikirannya di akui banyak orang...
Dia bekerja bukan untuk kebaikan diri sendiri melainkan ikhlas untuk kebaikan bersama...

   Lalu tiba-tiba dia mulai tampak terlihat...
   Mulai diberikan posisi strategis...
   Mulai diakui banyak orang...
   Mulai diikuti banyak orang...

Ya... Dia adalah pemeran pendukung yang lebih bersinar dari pemeran utama...
Dia sadar bahwa butuh perjuangan untuk dapat dilihat dan diakui orang...
Maka berjuanglah wujudkan semua cita-cita mu...

Nasehat untuk diri sendiri...

Friday, February 10, 2017

Review Jewel In The Palace Kisah Dokter Wanita Pertama Dinasti Joseon


Permata di Istana

Drama ini pertama kali tayang ketika gua masih SD sekitar taun 2003, dan jujur sangat-sangat layak untuk ditonton. Males cerita jadi sinopsisnya gua ambil dari WIKIPEDIA, ada yang bilang bahwa ceritanya berdasarkan sejarah asli yang dicatat dalam Babad Dinasti Joseon (Catatan sejarah yang menuliskan riwayat 25 orang raja Dinasti Joseon).

Kisahnya berlangsung di Korea pada masa Dinasti Joseon, pemerintahan Raja Seongjong, Raja Yeonsan-gun (1494-1506) dan Raja Jungjong (1506-1544). Kisahnya dimulai dengan ibu dari Yeonsan-gun yang masih muda yang diracuni oleh sekelompok pengawal istana di bawah perintah raja.

Setelah peristiwa itu, seorang pengawal istana, Seo Cheon-su (Ayahnya Jang Geum) yang menyertai kelompok itu, pulang ke rumahnya, namun ia mengalami kecelakaan dalam perjalanan kembalinya. Ia diselamatkan oleh seorang pertapa Taois yang mengatakan kepadanya bahwa hidupnya akan berlangsung di sekitar tiga orang perempuan, bahwa ia akan menyelamatkan perempuan yang kedua tetapi juga menyebabkan kematiannya, dan perempuan ketiga yang akhirnya akan menyebabkan kematiannya, tetapi juga akan menyelamatkan banyak nyawa. Kemudian dijelaskan bahwa ketiga perempuan itu adalah ibu Yeonsangun, ibu Jang-geum, dan akhirnya Jang-geum sendiri.

Tekanan batin akibat peristiwa ini akhirnya menyebabkan Seo Cheon-su mengundurkan diri. Di pihak lain, Dayang-Istana Park ( Ibunya Jang Geum), seseorang yang sedang belajar di dapur istana, menyaksikan komplotan terhadap ibu suri yang dilakukan oleh Dayang-Istana Choi dan pada gilirannya dikenai tuduhan-tuduhan palsu oleh kalangan dalam staf dapur senior, dan diam-diam diperintahkan dibunuh melalui prosedur internal mereka. Ia diselamatkan oleh Dayang-Istana Han, teman baiknya di istana, dan belakangan dengan tidak sengaja diselamatkan oleh Seo yang sudah pensiun. Keduanya pergi untuk hidup dengan rahasia di sebuah desa terpencil, dan menyamar sebagai petani kecil. Mereka menikah dan membesarkan seorang anak perempuan yang sangat cerdas, Seo Jang-geum.

Pada 1504, Yeonsanggun memerintahkan penyelidikan besar-besaran tentang kematian ibunya, dan akhirnya menemukan Seo dan keluarganya, sebagian karena kesalahan di pihak anaknya, Jang-geum. Seo ditangkap dan dapat diduga bahwa kemudian dihukum mati. Jang-geum dan ibunya melarikan diri, namun ibu Jang-geum terluka parah oleh musuh-musuhnya, dan sebelum meninggal dunia ia menyampaikan kepada Jang-geum pesannya yang terakhir. Katanya, apabila ia mau, ia menginginkan Jang-geum menjadi juru masak kepala di dapur kerajaan dan mencatat kasusnya dalam buku catatan sejarah rahasia kaum perempuan di dapur dengan maksud membalaskan kesalahan yang dilakukan kepadanya, demi kehormatannya.

Jang-geum mengalami sejumlah petualangan dan berhasil masuk ke istana. Melalui keberaniannya, rasa ingin tahu, bakat, kebaikan, dan kerja kerasnya, ia menolong Dayang-Istana Han (sahabat baik ibunya, yang baru belakangan sekali ia ketahui) untuk menjadi juru masak kepala di istana. Pada masa ia berada di istana, ia mengalami banyak penderitaan dan dijauhi orang karena ia lebih pandai daripada para pekerja magang lainnya. Namun Jang-geum tidak patah semangat dan terus memasak dengan pikiran apapun yang terjadi, tujuannya memasak adalah demi kesehatan dan kebahagiaan orang yang menikmati masakannya. Malangnya, sebuah permufakatan yang dipimpin oleh Dayang-Istana Choi, kemenakannya Geum-yeong, serta para pejabat tinggi dan pedagang yang ingin tetap memonopoli pasar barang impor mengakibatkan Dayang-Istana Han dan Jang-geum dibuang ke Pulau Jeju.


Gua lanjutin ceritanya, sebenarnya titik balik kesuksesan Jang Geum ada dipulau Jeju. Dia tak sengaja bertemu dengan seorang Perawat Jang Deok dan salah satu cara untuk bisa kembali ke istana adalah dengan menjadi seorang perawat. Maka Jang Geum berlatih ilmu pengobatan pada Jang Deok. sampai akhirnya dia bisa masuk istana dan dari perawat dia bisa menjadi seorang dokter kerajaan. Dalam drama itu diceritakan bagaimana kode etik seorang dokter, bagaimana makanan harus disajikan (maksudnya setiap makanan harus bisa bikin orang sehat).

Banyak perjuangan yang bisa dijadikan motivasi, terutama buat calon dokter (Bukan kesombongan yang akan menyembuhkan tapi obat dan keramahan anda yang paling penting) niatnya jangan pengen jadi orang kaya ya...hehehehe

Gak hanya kisah perjuangannya saja, tapi ada sedikit tikung menikung memperebutkan Jang Geum antara Pejabat Pengawal Kerajaan " Min Jung Ho" dan raja Joseon saat itu. Gila aja perwira militer berebut sama raja. Tapi gua salut karena Jang Geum bilang sama rajanya bahwa dia sukanya sama si Min Jung Ho, itu yang bikin si Min Jung Ho bisa bertahan.. SEKIAN..