Tuesday, September 29, 2015

Pendidikan Keuangan : Mengenal Aset dan Liabilitas


Meskipun kita bukan ahli di bidang ekonomi tapi setidaknya kita harus mengenal beberapa istilah dalam ilmu ekonomi, karena hal itu akan sangat-sangat bermanfaat dalam mengambil keputusan yang menguntungkan dalam buku keuangan kita.

Sekarang apa itu Aset..?? Aset adalah sesuatu benda yang memasukkan uang ke kantong kita. Contohnya ketika kita punya sebuah toko dan setiap bulannya kita mendapatkan keuntungan dari itu maka itu adalah Aset.

Kemudian Apa itu Liabilitas..?? Liabilitas adalah sesuatu benda yang mengeluarkan uang dari kantong kita. Contohnya "Mobil dan motor yang anda miliki bukanlah aset tapi liabilitas, lah kenapa seperti itu..?? Karena mobil, motor, rumah adalah sesuatu benda yang setiap tahunnya kita harus mengeluarkan pajak artinya kita harus mengeluarkan uang untuk benda tersebut tiap tahunnya. Beda lagi ketika anda punya rumah hijau artinya rumah itu disewakan pada orang dan anda mendapatkan untung dari rumah itu atau ketika anda punya banyak mobil kemudian anda buka rental mobil dan dari itu anda mendapatkan keuntungan maka itu adalah Aset..

Semoga artikel ini bermanfaat..

Wednesday, September 23, 2015

Krisis Pendidikan


"Ketika aku berumur lima tahun ibuku selalu berkata kepadaku bahwa kebahagiaan adalah kunci kehidupan..!!". "Ketika aku bersekolah, mereka bertanya kepadaku ingin jadi apa aku saat dewasa nanti. Aku menulis,'bahagia'. "Mereka berkata kepadaku Aku tidak memahami tugas yang diberikan, dan aku berkata kepada mereka bahwa mereka tidak memahami kehidupan." -John Lennon-
Faktanya bahwa sekolah lebih berfokus pada ketamakan, bukan kemurahan hati. Alhasil orang yang dihasilkan oleh Universitas lebih mementingkan hidupnya sendiri tanpa memikirkan bagaimana hancurnya hidup orang lain. 

Ini bisa dilihat dari banyaknya orang ekonomi yang bekerja sebagai CEO menginginkan sedikitnya keluar modal tapi menginginkan keuntungan yang sebesar-besarnya alhasil gambut dibakar dan merambat terbakarnya hutan, membuat rakyat kecil menderita.

Seperti orang teknik lebih menggunakan akal dari pada hati alhasil yang penting untung meski jalannya salah pasti dianggap benar.

Kedokteran juga ketika melihat orang sakit tak punya uang pasti mereka bilang "Sudah pasrahkan saja pada yang diatas, tanpa sedikitpun dia berusaha untuk menyelamatkannya terlebih dahulu.

Kalo saja nilai-nilai spiritual ditanamkan dan diberikan secara seimbang dengan ilmu duniawi kepada semua anak-anak, pastilah mereka akan menggunakan akal dan pikiran mereka sesuai dengan fitrah sifat ketuhanan.

Saturday, September 12, 2015

5 Level Pengusaha



1. Level Nol“Pengangguran”
Level ini level awal.. biasanya bisnis baru dimulai dan hnya bermanfaat bagi dirinya sndiri.. blm pnya kary dan hasilnya hnya cukup utk dirinya sndiri

2. Level 1 – Pekerja 

level ini sudah mempunyai uang yang cukup untuk menggaji dirinya sendiri

Untuk bisa naik ke level berikutnya, Anda yang ada di level ini harus punya visi yang besar dengan bisnis Anda. Karena terkadang kesuksesan pengusaha didasarkan kepada visi yang berbeda, walaupun bisa jadi risiko dan manfaatnya sebanding dengan yang lain.

3. Level 2 – Pebisnis Kecil (Self Employee)

Pada level ini, ciri-ciri pengusaha sejati sudah muncul. 

Pengusaha pada level ini mempunyai visi yang kuat, tidak mau diatur, tidak mudah puas diri dan seorang “High Achiever”. 

Pengusaha pada level ini berani mengambil dan menanggung risiko pada dirinya sendiri.

Tapiiiii..... semua hal hal kecil masih dilakukan sndiri.. keputusan msh hrs diambil sndiri... usaha tdk berjalan bila ownernya pergi.. 

Atau owner pergi... maka banyak aktifitas terpending krn nunggu owner pulang

Sdh pnya kary .. tp kary tanpa bs inisiatif..

Karena smua msh di handle owner

4. Level 3 – Pengusaha (Pemilik Bisnis)

Pengusaha pada level ini mempunyai jiwa penantang yang kuat, sehingga Ia ingin benar-benar menjadi pemimpin dalam sebuah sistem. 

Pengusaha di level ini punya kemampuan manajemen yang sudah matang, kemampuan tersebut terasah bertahun-tahun dari pengalaman bisnis di level –level sebelumnya.

Dan sdh mulai menyiapkan system.. sdh mulai menyiapkan pondasi...

System akuntansi dan system persediaan menjadi hal wajib...

Walaupun masih dikerjakan sndiri tapi level ini ibarat rumah... sdh mulai menyiapkan pondasi utk 4 lantai...

Karena bila ingin Maju dan Berkembang.. maka hrs siap berproses...

Saat nya owner tdk lg mengurusi urusan tetek bengek dan urusan remeh temeh.. tp saat ini owner sdh hrs bs berfikir strategic..

Pemilik usaha sdh hrs mendelegasikan pekerjaan kpd staf nya

5. Level 4 – (Pebisnis yang Spekuatif)

Pengusaha di level ini berbeda dari pengusaha di level-level sebelumnya. 

Pengusaha di level ini berpikir untuk kapitalisasi bisnis yang lebih besar. 

Di level ini, ada faktor kalkulasi yang spekulatif serta intuisi yang tajam, visioner serta peka terhadap tren yang terjadi.

Pengusaha di level ini sudah mempunyai pemikiran yang matang, mengerti konsep bisnis yang sukses dan mempunyai intuisi yang teruji. 

Pengusaha di level ini berfokus menemukan bisnis yang punya peluang besar dan mengikubasinya. 

Pengusaha di fase ini biasanya sudah dipercaya dalam mengelola uang dalam jumlah besar.

sumber : HIPMI PT

FALSAFAH LIMA JARI

Ada si gendut Jempol yang selalu berkata Baik dan menyanjung...
Ada Telunjuk yang suka Menunjuk dan Memerintah..
Ada si jangkung Jari Tengah yang Sombong karena paling panjang...
Ada Jari Manis yang selalu menjadi teladan., Baik dan Sabar sehingga diberi hadiah Cincin...
Dan ada Kelingking yang Lemah lagi Penurut...

Dengan perbedaan Positif dan Negatif yang dimiliki masing2 jari, ...mereka Bersatu untuk mencapai Satu Tujuan (saling melengkapi).
Pernahkah kita bayangkan bila Tangan kita hanya terdiri dari Jempol semua..???
Falsafah ini sederhana namun sangat berarti..!
 Kita terlahir dengan segala Perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk Bersatu :

saling menyayangi...
saling menolong...
saling membantu...
saling mengisi...
saling menghargai...

Bukan untuk :
🔴 saling menuduh...
🔴 saling menyalahkan...
🔴 saling merusak...

Semua Perbedaan dari kita adalah Keindahan yang terjadi agar kita Rendah Hati untuk menghargai orang lain... Tidak ada satupun Pekerjaan yang dapat kita kerjakan sendiri.
Mungkin Kelebihan kita adalah Kekurangan orang lain... Sebaliknya Kelebihan orang lain bisa jadi Kekurangan kita..!
Tidak ada yang lebih Bodoh atau lebih Pintar...
Bodoh atau Pintar itu relatif sesuai dengan bidang/talenta yang kita syukuri masing masing menuju Impian kita...
Bukan individualis yang sempurna.
Orang Pintar bisa gagal.
Orang Hebat bisa jatuh..!

Tetapi...

Orang yang Rendah Hati dan Tawaqal kepada Allah SWT, dalam segala Hal akan memperoleh Ketentraman dan Kebahagiaan...

Sumber : Anonim

Monday, September 7, 2015

Kebodohan Terbesar

Aku sungguh malu Tuhan
Ketika hati ini dikelilingi oleh orang yang ku sayangi
Aku hampir tak pernah menengadahkan tanganku pada-Mu
Begitu sombongnya diriku dengan tak pernah mendekati-Mu
Bahkan sholat-ku hanyalah ritual ibadah untuk pelepas kewajibanku

Ketika banyak orang di sampingku
Aku tak pernah sedikitpun menyentuh ataupun membaca petunjuk-Mu
Aku tak pernah sedikitpun teringat pada wahyu-Mu
Bahkan aku lupa menaruh letak Al-Qur'an

Kini disaat tak ada siapapun di samping ku
Seolah aku ingin berkata "Tuhan tetaplah di sampingku"
Temani hari-hari ku yang sepi ini
Buatlah diriku agar tak merasa kesepian

Aku tak pernah tahu ketika pelengkap hidup ku hadir menyempurnakan hidup ini
Apakah aku akan melupakan-Mu lagi..??
Apakah aku tidak akan mendekati petunjuk-Mu lagi..??
Allah Tuhan-ku, berikanlah aku seorang istri yang mampu lebih mendekatkan diriku ini pada-Mu 

Friday, September 4, 2015

Kenapa menulis..??


"demi qalam dan apa yang di tulisnya " Al-Qalam ayat 1
Betapa segala sesuatu yang kita tulis akan dimintai pertanggung jawaban oleh Tuhan, jadi marilah kita belajar menulis sesuatu yang bermanfaat, sesuatu yang indah, sesuatu yang berguna, sesuatu yang mencerahkan, dll

Menulis itu meredakan badmood, gelisah, kekesalan karena segala sesuatu unek-unek kita bisa berubah dalam bentuk tulisan.

Menulis itu memperpanjang ingatan akan ilmu yang kita miliki karena ketika kita lupa kita tinggal langsung membuka catatan kita.

Menulis itu sebagai amalan jariyah kita karena ketika kita menulis sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain kita akan mendapatkan pahalanya bahkan mungkin tulisan kita mampu dikenang oleh orang lain.

Menulis itu meredakan rasa rindu karena dengan menulis butir-butir kerinduan kita bisa menjadi puisi yang indah.

Menulis adalah salah satu hal yang masuk ke dalam "Mission Impossible"saya... 

Tuesday, September 1, 2015

Renungan ketika berdo'a


Assalamualaikum Ww
Shobahul Khair Semua...


Sharing Renungan 

Suatu kali seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Hari itu suasana sungguh meriah karena itu adalah babak final dan hanya 5 orang yang masih bertahan, termasuk Dzafah. Sebelum pertandingan dimulai Dzafah menundukkan kepala, mengangkat kedua tangannya, lalu memanjatkan doa. Pertandingan dimulai, ternyata mobil balap Dzafah yang pertama kali mencapai garis finish. Tentu Dzafah girang sekali menjadi juara.

Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya, “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Allah agar kamu menang bukan?” Dzafah menjawab, “Bukan pak, rasanya tidak adil meminta pada Allah untuk menolong mengalahkan orang lain. Aku hanya minta pada Allah, supaya aku tidak menangis kalau aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Permohonan Dzafah ini merupakan doa yang luar biasa. Dia tidak meminta Allah mengabulkan semua harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi dengan batin yang teguh. 

Sering kali kita berdoa pada Allah untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Kita ingin Allah menjadikan kita nomor satu dan mengalahkan orang lain, menjadikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Kita meminta agar Allah menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya dan hikmatNya utk dpt mengerti rencana-Nya yang paling sempurna dalam hidup kita, terutama saat kita mengalami "kegagalan dan kekalahan" ? 

Seharusnya kita berdoa minta kekuatan untuk bisa menerima kehendak Allah yang sempurna sebagai yang terbaik dalam hidup, sekalipun mungkin itu sangat tidak menyenangkan bagi kita..

Berdoa utk menang itu biasa, tapi berdoa utk dpt mengerti kehendakNya saat kita kalah itulah iman yang penuh ketaqwaan & keikhlasan, 

Semoga bermanfaat

Sumber : anonim