Friday, October 5, 2018

Sunday, July 22, 2018

Di Salah Pahami Itu Menyakitkan

Ketika kamu pertama kali bertemu dengan seseorang maka yang akan terlihat adalah tampak luarnya saja, tidak dengan isi hatinya atau baik buruknya. 

Pernah gak ada orang yang salah paham dengan cara pandangnya terhadap diri kita... Nah kali ini gua mau nulis tentang sesuatu hal yang pernah beberapa kali gua alami. Jadi saat itu lagi musim buah mangga, nah kebetulan buah mangga yang dari pohon dihalaman ada yang menjuntai ke rumah tetangga. Kebetulan karena rumah terkunci akhirnya gua duduk santai di teras rumah dengan maksud buat nungguin orang rumah pulang, saat itu tetangga yang liat gua lagi duduk ngomong ke gua "A, itu buah mangga yang digenteng rumah saya pada mateng ambil A, sayang takut busuk..!". Mendengar itu dalem hati mungkin si Abang ini mau buah mangga, akhirnya gua nyeletuk "Bang, kalo abang mau ambil aja..!!". Mungkin si abangnya tersinggung dengan perkataan gua sahut-sahut terdengar suara istrinya dari dalam rumah ngomong "ya ngapain juga abang ngomong gitu, padahal antepin aja..!!".Padahal gua cuma perhatian tapi salah..

Terus jaman SMP dulu gua pernah ikut les dan ketemulah gua dengan seorang gadis yang imut menurut gua, jujur gua tertarik sama cewek itu. Masalahnya Gua seorang Introvert ( kalo gak tau google sendiri ya). Nah ceritanya gua 2 hari sakit dan gak bisa masuk, pas masuk cewek itu nanya "Haiii (dengan wajah imutnya) kemana aja nih kok kemarin gak masuk..??" Dalam hati gua mau ngomong sakit, tapi karena gua introvert-nya parah banget waktu itu gua gak bisa jawab alias diam mematung. Dan saat itu merupakan Sapaan dia yang pertama dan terakhir..!! 😔 Mungkin dalam hatinya "Lu, sombong amet sih...!!

Sebenernya masih banyak lagi kejadian seperti itu dan penyebabnya karena gua seorang Introvert, dan bukan karena gua sombong, ya kalopun mau sombong emang apa sih yang bisa gua sombongin..??

Jadi intinya jangan cepat menilai seseorang karena mungkin ada alasannya orang tersebut ngelakuin hal itu..
Karena disalah pahami itu menyakitkan..!! Apalagi disalah pahami sama kamu..!!

Thursday, July 19, 2018

Masalah saat pertama kali membeli Smartwach Amazfit Pace


Jadi ceritanya pas gua pertama kali membeli Smartwach ini agak kesulitan untuk pairing Bloutooth ke HP Vivo V9, akhirnya setelah cari tau sana sini problemnya adalah si amazfit pace ini memang kesulitan untuk pairing Bloutooth ke HP dengan Android versi 8.0.

Solusinya adalah kalian harus pairing terlebih dahulu dengan Hp bersistem operasi Android versi 7 ke bawah, setelah itu lakukan update pada firmware si amazfit pace dengan klik pemberitahuan update pada Handphone.

Setelah itu lakukan factory reset dari smartwachnya untuk menghubungkan jam tangan dengan Hp bersistem operasi Android versi 8.0

Review Gadget Yang Sering Gua Gunakan


Hari ini gua akan sedikit mereview gadget yang sering gua gunakan sehari-hari..
1. Ada Laptop ASUS X550IU dengan Spesifikasi lumayan mumpui untuk menjalankan game call of duty 4.
Rencana sih mau UP RAM jadi 16 Giga cuma belum kesampean..

2. Untuk displaynya gua tambah dengan LED Monitor 19" dari Samsung dengan tipe SF 350 gua beli dengan harga 900ribu lebih dikit.
3. Untuk Handphone gua pake VIVO V9 versi RAM 4GB hasil tuker tambah dengan Samsung J7 Prime. Si Vivo ini paling bandel dari segi daya tahan Batry yang bisa dipake seharian dan kalo malam hari baru dicharge lagi.
4. Handphone lainnya ada ASUS Padfone Mini,ini sudah jarang dipake dan kalo mau dijual susahnya minta ampun akhirnya gugulutukan dikamar hehehe..
5. Gua juga pake smartwatch dari Amazfit Pace dan Microwear X2.
6. Untuk Speaker ada Mini Speaker Bass Portable cukup untuk membuat berisik dalam kamar kecil.

Monday, April 9, 2018

Tertipu Oleh Diri Sendiri



Oleh : Jaya Setiabudi

Belasan tahun yang lalu, saat saya masih duduk di bangku kuliah di Surabaya, saya sempat mengikuti pengajian rutin, yang dikelola oleh sebuah pondok pesantren ternama di Jawa Timur. Bukan keilmuan agama yang akan saya bicarakan disini. Tapi ada suatu pelajaran yang sangat berharga bagi saya tentang ‘kesombongan’! Seperti kebanyakan orang yang baru keluar dari ‘sekolah’ dengan segudang idealisme, perilaku sayapun berubah drastis. Setiap melihat suatu kejadian yang tidak ‘agamis’, spontan saya ‘nyebut’ kalimat Allah. Ada seorang (wanita) primadona kampus, sebut saja Susi (bukan nama sebenarnya). Saat itu, ia sedang berpakaian seronok dan bercengkerama mesra dengan pacarnya, yang tentu saja bukan muhrimnya. Begitu saya melihat kejadian itu, langsung keluar dari mulut saya ”masya Allah (kata yang sering diucap saat melihat sesuatu yang buruk)...!” Lepas dari kesalahkaprahan saya menggunakan kata itu (harusnya untuk suatu kekaguman), dalam hati kecil saya, terbesit anggapan bahwa ”Dia itu MAKSIAT, sedangkan saya lebih baik dari dia”.

Suatu saat...

...Susi datang bersama kawan-kawan yang lain (yang berjilbab), untuk belajar dengan saya guna menghadapi ujian semester yang segera datang. Baru kali itu Susi datang belajar ke tempat saya. Seperti biasa, pakaian Susi tergolong ketat, membuat saya istighfar terus, (kembali lagi) sambil mencemooh dirinya di hati saya. Pertemuan hari pertamapun selesai. Mereka berjanji akan melanjutkan belajar dengan saya di rumah kos saya esok harinya. Bak Fahri (dalam Ayat-ayat Cinta), Jayapun jadi idola wanita saat itu, narsis euy! Keesokan harinya, tak disangka, Susi datang ke tempat kos saya mendahului kawan-kawan lainnya. Setelah sejenak terdiam karena canggung, Susi berkata,”Jay, sebenarnya dari dulu aku pengin belajar sama kamu, tapi...!” Karena penasaran, saya tanya,”Tapi kenapa?” Dengan wajah tertunduk malu dan suara lirih ia menjawab,”Aku malu ketemu sama kamu! Aku merasa diriku ini ’kotor’, sedangkan kamu itu ’bersih’ dan alim”.

”Astaghfirullah Al’Adziim”, saya nyebut dalam hati dengan muka saya yang memerah, air mata yang hampir menetes. Sejenak saya berfikir,”Seandainya saat itu Allah mencabut nyawa kita berdua, mungkin sayalah yang pantas masuk neraka dan dia yang pantas masuk surga!” Koq bisa begitu? Ya, karena dibalik ’baju alim’ saya, terdapat ’kotoran hati kesombongan’. Sebaliknya, Susi yang merasa dirinya ’kotor’ tidak memiliki pikiran kotor terhadap orang lain. Jadi menurut saya, Susilah yang lebih ’suci’ dari saya.

Bukankah semua agama mengakui bahwa iblis, yang hampir sepanjang hidupnya taat, tidak dapat masuk surga karena ’kesombongannya’, karena merasa dirinya lebih unggul dari makhluk Tuhan lainnya? Sementara Nabi Adam, meskipun berbuat dosa, diijinkan masuk ke surga karena kerendahan hatinya? Guru saya pernah memperingatkan untuk berhati-hati terhadap suatu penyakit, yang disebut ’Tertipu oleh diri sendiri’. Penyakit ini justru akan muncul saat kita bertambah ilmu dan bertambah amal. Tapi ilmu dan amal itulah yang membuat kita terjerumus. Semoga kita terhindar dari hal yang demikian!

”Daripada sibuk melihat aib orang lain, sibuklah melihat aib sendiri!”


Friday, February 9, 2018

Benarkah Bhineka Tunggal Ika mulai luntur..???


Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. "Kutipan Wikipedia"
Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara majemuk dengan artian masyarakatnya terdiri dari 5 agama yang diakui, beragam suku, bahasa, dan kebudayaan yang disatukan dengan bahasa yang satu yaitu bahasa Indonesia.

Tapi benarkah bhineka tunggal ika mulai runtuh..?? Jawabannya... Tidak.. Kenapa tidak..?? Saya di Kantor dengan orang yang beragam ada orang bali, batak, jawa, sunda dan kita semua akur-akur aja tuh..

Terus fenomena yang saling hujat sana sini di media sosial, apa bukan karena lunturnya bhineka tunggal ika...??

Karena Saya beragama Islam maka saya akan bahas dari sudut pandang saya sebagai muslim. 

Menurut hemat saya, itu bukan karena lunturnya Bhineka Tunggal Ika, tapi lebih dikarenakan oleh orang-orang yang so tahu. Maksudnya adalah orang yang bukan muslim tapi obrolannya ngebahas kitab orang muslim, atau orang muslim yang gak pernah ibadah ( gak pernah ngaji, gak pernah sholat atau sholatnya bolong-bolong sok tau dengan ngomongin agamanya sendiri akhirnya menyinggung orang muslim yang baik agamanya, yang paham akan agamanya (Siapa coba yang gak akan tersinggung..?? ).

Adapun kalo misal orang muslim diharuskan memilih pemimpin yang seiman, itu bukan berarti mereka tidak bhineka tapi karena memang ada aturan dari kitab suci Al-Qur'an kalo meraka harus memilih pemimpin dari golongan mereka sendiri. Tapi ketika ada orang yang ngatain mereka gak Bhineka gara-gara cuma harus memilih pemimpin sesama muslim, maka cek lagi deh mungkin orang itu yang gak Bhineka karena sudah melarang orang muslim untuk mengikuti perintah Tuhannya..Tuh contohnya di Papua sana pemimpinnya non muslim gak masalah kok karena memang mayoritas non muslim.

Adalagi yang ngomong pemimpin muslim di Indonesia banyak yang korupsi, ya liat dong di Amerika atau dinegara manasaja yang bukan mayoritas muslim yang korupsi bukan orang muslim karena muslim disana minoritas..Dimana saja selalu ada yang namanya oknum....!!!

Intinya, Tugas kita sebagai umat yang beragama adalah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Bukan mencampuri urusan agama orang lain. Bhineka Tunggal Ika bukan bararti kita ikut-ikutan merayakan umat agama lain tapi lebih ke menghormati keberadaannya tanpa perlu kita ikut-ikutan..