Tuesday, November 22, 2022

Pernikahan, 05 Maret 2022

Sedikit bercerita lika-liku dalam pencarian jodoh yang gua alami....

Kalian percaya bahwa jodoh adalah takdir dari sang khalik..? Ya, jodoh memang takdir hingga kita harus ikhtiar mencarinya. Kita dengan siapapun bisa berjodoh asalkan sama-sama saling mau dan meng-iyakan menuju pernikahan.

Dalam proses pencarian jodoh itu agak sulit memang, apalagi buat gua yang tidak pernah pacaran pada awalnya. Ada ketakutan untuk ditolak, dan benar saja saat pertama kalinya mencoba menjemput jodoh pada mantan murid ibu-ku awalnya berjalan baik bahkan udah sampai optimis tapi tatkala menceritakan semua kekurangan gua "disana semua berubah" gua mendapat penolakan.

Tak pantang menyerah, gua-pun kembali mencari. Sampai pada suatu ketika gua bertemu dengan anak dari temannya teman ibu-ku (rancu banget ya hehe), penuh perjuangan memang untuk yang satu ini, sempat lost kontak eh tiba-tiba ada menghubungi lagi, hingga akhirnya kami pacaran (bukan maksud gak mau serius tapi melihat kondisi dia yang masih kuliah),Happy yang sesaat memang, sama dia gua ngerasa bodoh banget bahkan sampai nge-bucin banget, dia itu ibarat gunung api yang melelehkan gunung es kayak gua. Tapi ternyata bukan jodoh (tak lama putus eh bang Tulus nyanyi "Hati-hati dijalan"), hehehe.. ntahlah gua jadi ngerasa canggung sama dia gegara setiap peduli yang gua beri selalu dia abaikan bahkan tanpa balasan, akhirnya gua putuskan untuk menyerah dan meng-ikhlaskan karena takut gak bisa ngebahagia-in sih intinya, dan sedikit tau diri juga sih jangan memaksa yang gak mau hehe...

Kembali tak menyerah dong gua, alhasil ibu gua ngenalin muridnya yang sekarang berprofesi sebagai bidan, 17 September 2021 gua beranikan diri untuk chat dia. Alhamdulillah, dia sudah mau serius. Tiga bulan kenalan akhirnya gua putuskan untuk bawa Orang Tua ke rumahnya, Alhamdulillah-nya lagi lamaran diterima dan tanpa embel-embel tuker cincin ala-ala barat. Memang awalnya gua ngomong dulu ke calon istri bahwa gua mau dateng kerumah tapi gak akan tuker cincin, inshaAllah Saya Serius walau tanpa embel-embel cincin tunangan, respon dia "Menyetujui" karena katanya dulu dia sempat tuker cincin tunangan tapi tidak jadi sampe nikah hehe...

Pertama kali ketemu ada kejadian unik, kita ketemuan di sebuah cafe tapi tatkala mau gua bayar malah dia yang keukeuh buat bayar. Lah kok gitu pikir gua hehehe

Pas main kerumahnya-pun, pulang-pulang Mamahnya ngebekelin apa aja yang ada dirumahnya sampe tomat sekeresek pun nyuruh gua bawa pulang. Oh ya, orang tuanya bercerai (Anehnya gua selalu dipertemukan dengan cewek yang orangtuanya berpisah sampe bapak gua juga bingung dengan hal itu, ya mana gua tau dong hehe) tapi Alhamdulillah bapaknya mau menikahkan kami jadi tanpa wali hakim.

Dan gua bersyukur banget karena :

Keinginan dia untuk bisa bersama lebih besar ketimbang guanya..

Kayaknya dia lebih ngebucinin gua (mungkin karena semua mantannya kasar" bahkan sampe ada yang mukul).

Dan kalo udah jodoh memang segalanya dilancarkan meskipun katanya "dia sempat ragu pas dia tau kalo gua Muhammadiyah tulen sedang dia Nahdiyin" hahaha, kata gua "syahadat kita sama, nabi kita sama, kitab kita sama Al-Qur'an apanya yang di khawatirkan, inshaAllah gua bisa membimbing sesuai syariat" timbal gua.

Dan Akhirnya, Sabtu 05 Maret 2022

Gua mengucap "Saya terima nikahnya Iis Ana Syaripah binti Rohanda dengan mas kawinnya tersebut tunai"


Finally, akhirnya gua bisa menikah dengan orang baik, pekerja keras, gak itungan, bisa menerima kekurangan gua.

InshaAllah, Allah meng-Aamiinkan rencana kita untuk punya klinik sendiri.

Tak lupa, gua ucapkan terima kasih pada Ayahanda rengrengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah BL Limbangan Garut yang sudah ikut menyertai pernikahan kita.

Terima kasih juga pada Ketum Pemuda Muhammadiyah dan Kawan-kawan semua di Pemuda Muhammadiyah BL Limbangan Garut yang sudah turut serta mengantar dan mendo'akan Sekum-nya menikah hehe





Insya Allah, kami akan menjadi sahabat, suami dan istri yang bertanggung jawab, serta saling membimbing untuk membina rumah tangga yang Sakinah Mawaddah Wa Rahmah. Niat kami untuk beribadah bersama, melengkapi satu sama lain dan juga menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Kami memohon doa restu, agar ridho dan rahmat Allah SWT selalu menyertai kami dalam membangun rumah tangga yang bernafaskan islami. Aamiin...

0 komentar:

Post a Comment