Tuesday, November 5, 2019

Jawaban BAB 9 Soal Kuantitatif Pengantar Makroekonomi


1.     Neraca gabungan bank-bank perdaganagn adalah seperti yang ditunjukan dibawah ini. ( Dalam milyar rupiah)
Passiva

Aktiva

Tunai dan Cadangan
220
Simpanan giral
880
Investasi
450
-

Pinjaman
230
Modal
20
Jumlah
900
Jumlah
900

a.      Misalkan perekonomian sedang mengalami resesi. Untuk meningkatkan kegiatan ekonomi bank sentral; membeli surat sebanyak 5 milyar rupiah dari semua bak dalam perekonomian. Apakah akibat penjualan ini kepada neraca gabungan bank-bank umum?
Jawab :
Akibat yang akan terjadi dari penjualan tersebut adalah semakin bertambahnya penawaran uang. Ini dikarenakan jika bank sentral melakukan pembayaran sebesar 5 milyar rupiah keatas pembelianya itu, maka simpanan giral pada neraca bank tersebut menjadi 885 milyar rupiah. Lalu, cadangan yang ada pada bank perdagangan akan bertambah menjadi 221,25 milyar rupiah (Rp 220 + 25% dari 5 milyar) dan pinjaman menjadi 233,75 milyar rupiah (Rp 230 + 75% dari 5 milyar). Dengan adanya kelebihan cadangan tersebut mereka dapat memberikan pinjaman yang lebih banyak. Neraca gabungan bank-bank perdagangan setelah penjualan :
Passiva

Aktiva

Tunai dan Cadangan
221,25
Simpanan giral
880
Investasi
450
-

Pinjaman
233,75
Modal
20
Jumlah
900
Jumlah
900

Peningkatan jumlah uang dapat terlihat pada simpanan giral, tunai dan cadangan,
serta investasi.
b.     Apabila bank-bank umum meminjamkan semua kelebihan cadangannya, bagaimanakah bentuk neraca sistem bank setelah proses penciptaan uang berlaku ?
Jawab :
Kelebihan cadangan yang dipinjamkan dimaksudkan untuk investasi dan meningkatkan kegiatan ekonomi negara. Namun pada masa inflasi, kegiatan ekonomi yang berlebihan harus dikurangi. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi penawaran uang. Hal yang dapat dilakukan yaitu membeli suratsurat berharga. Dengan penjualan itu, tabungan giral masyarakat dan cadangan yang dipegang oleh bank-bank perdagangan akan berkurang.
2.     Dalam suatu negara penawaran uang (M1) dan Pendapatan Domestik Bruto adalah seperti berikut :
Tahun
M1 (Trilliun rupiah)
PDB (Triliun rupiah)
1989
30,241
121,456
1990
33,457
130,427
1991
35,421
140,441
1992
42,721
151,823
1993
50,738
163,271

a.      Hitunglah kecepatan peredaran uang (V).
Jawab :
Kecepatan peredaran uang (V) :
MVy = Y à Vy = Y/M1

Vy(1989) = 121.456/30.241 = 4,02
Vy(1990) = 130.427/33.457 = 3,90
Vy(1991) = 140.441/35.421 = 3,96
Vy(1992) = 151.823/42.721 = 3,55
Vy(1993) = 163.271/50.738 = 3,22

b.     Misalkan uang kartal meliputi 45% dari M1. Hitunglah jumlah uang kartal dan uang giral pada berbagai tahun tersebut.
Jawab :
Diketahui : Uang Kartal = 45% dari MI
Uang Giral = 55% dari MI
Maka, jumlah uang kartal dan uang giral pada berbagai tahun tersebut adalah sebagai berikut :
Uang Kartal
(Triliyun Rupiah)
Uang Giral
(Triliyun Rupiah)
∑ x 1989 = 45/100 x 30,241 = 13,608
∑y 1989 = 55/100 x 30,241 = 16.633
 x 1990 = 45/100 x33,457 = 15,056
∑y 1990 = 55/100 x 33,457 = 18,401
 x 1991 = 45/100 x 35,421 = 15,939
∑y  1991 = 55/100 x 35,421 = 19,482
 x 1992 = 45/100 x 42,721 = 19,244
∑y  1992 = 55/100 x 42,721 = 23,497
 x 1993 = 45/100 x 50,738 = 22,832
∑y  1993 = 55/100 x 50,738 = 27,906
Ket : x = uang kartal ; y = uang giral

0 komentar:

Post a Comment