Saturday, October 3, 2015

Ternyata Hanya Mimpi


"Boleh jadi antara do’a mu dan do’a dia tersambung satu sama lain hingga nantinya kamu dan dia dipertemukan oleh-Nya dengan tanpa diduga dan dengan sebab yang jelas..!!"
Hari ini entah kenapa..!! Cuaca berasa begitu panas, bahkan rindang pohon dikebun rumah pun terasa kurang cukup untuk menyejukkan hati ini. Ya, hari ini aku sedang marah, iri, benci menjadi satu gara-garanya adalah aku mendapat kabar bahwa perempuan yang aku suka akan menikah dengan laki-laki lain. Memang aku tak pernah membenci perempuan itu, tapi aku membenci diriku sendiri karena ketidak siapan ku untuk meminangnya.

Pernah terpikir dan terbesit dipikiranku untuk mengatakan bahwa “aku cinta dia, aku sayang dia, maukah kamu menjadi pacarku..??” tapi lagi-lagi hati kecilku berkata “jangan ry, jangan kau katakan perasaan mu. Percuma kau katakan juga, kau tidak akan bisa memiliki dia sepenuhnya bahkan kau akan menyakiti dia kalau kau Cuma bisa menggantungkan perasaan dia tanpa kepastian yang jelas apalagi agama melarang mu untuk pacaran..!!!”.

Meskipun air mataku tak keluar tapi hati ini tak bisa berbohong, aku merasakan sakit yang luar biasa dan dengan inisiatif akupun berlari keliling lapangan dekat rumah, dilanjut push-up, sit-up hanya untuk membuat lelah badan ini supaya bisa tidur pulas melupakan kejadian yang barusan aku dengar.
Dan benar saja setelah capek akupun pulang ke rumah dan langsung masuk kedalam kamar merebahkan badan dan merasakan sedikit air mata keluar “kenapa..??kenapa aku tak bisa mempersiapkan diri ini lebih cepat dari laki-laki itu, kalo saja sekarang aku sudah menyelesaikan kuliah ku, kalo saja aku sudah mampu menghasilkan uang mungkin aku sudah datang pada orang tua-nya untuk melamar..!!” lagi-lagi hati ini bertanya pada diriku sendiri. Tak lama akupun memejamkan mata.

Sedang berjalan dipinggir sungai dengan air yang sangat jernih dengan banyak ikan yang berenang kesana kemari dan ditemani angin sepoy-sepoy yang menyejukkan, tiba-tiba aku melihat seorang perempuan dibalut kerudung berwarna merah dengan baju gamis berwarna biru berjalan mendekat ke arahku, dari kejauhan aku merasa tidak ada yang aneh tapi setelah 150 cm jarak kami aku melihat senyuman di bibirnya, senyuman itu..!! senyuman yang berbahaya bagiku karena sepersekian detik setelah aku melihat senyuman itu jantungku berdetak cepat tidak karuan, senyuman itu teramat teduh dan meneduhkan juga terlihat alis sedikit tebal dan sorotan mata yang berbinar itu menambah kekaguman ku padanya.

“Assalamu’alaikum…!!! Apa kabar..?? Gimana persiapan kamu, aku harap kamu masih semangat cari ilmunya, semangat kerja kerasnya, karena aku sudah tak sabar untuk menunggu keluarga mu mendatangi keluarga ku..!!”. Aku sangat terkejut mendengar perempuan itu dengan senyuman berbahayanya berkata seperti itu padaku… “Emmm Aaaku…!!!” –“ry, Ary, bangun udah maghrib entar sholat maghribnya kelewat..!!” belum sempat aku menjawab aku terbangun oleh teriakan ibuku yang membangunkan aku untuk sholat maghrib.

“Ternyata mimpi…!!!” gumamku dalam hati, setelah sholat akupun sadar bahwa diluar sana masih ada perempuan yang entah siapa itu dengan sabar dan setia menanti seorang laki-laki baik untuk mendatangi orang tuanya, boleh jadi antara do’a mu dan do’a dia tersambung satu sama lain hingga nantinya kamu dan dia dipertemukan oleh-Nya dengan tanpa diduga dan dengan sebab yang jelas. 

0 komentar:

Post a Comment