Sunday, May 31, 2015

Belajar Dari Guru Bijak


Guru bijak pernah berkata : " bahwa hidup kita itu untuk belajar menjadi orang yang bijaksana, bijaksana terhadap hidup sendiri dan bijaksana terhadap orang lain..

Guru bijak juga berkata : " maka ketika kita sudah berlaku bijak pada diri sendiri, maka kita akan melihat oranglain yang tidak berlaku bijak pada kita.

Guru bijak juga berkata : " percuma kamu berseteru dengan adu argumen dengan orang yang emosi karena mereka tidak akan pernah mau mengalah, mumpung kamu masih berfikir logis maka akhiri, kamu yang mengalah.

Guru bijak juga berkata : " mengalah bukan berarti kalah tapi menjauhi permusuhan, karena kalo hidup banyak musuh maka kita tidak akan pernah bisa menikmatinya..

Itu sepenggalan kata-kata yang saya buat sendiri, karena beberapa waktu lalu saya sempat berseteru dengan orang lain karena hal sepele bahkan masalah itu muncul bukan dari kesalahan saya, tapi karena kesalahan teman saya yang menghapus nama orang yang berseteru dengan saya dari kelompok kerja dikarenakan dia tidak pernah ikut dalam mengerjakan mata kuliah.

Awalnya saya tidak terima karena dia so menasehati saya dengan nada yang keras dan bahasa yang kasar, tapi ujung-ujungnya karena dia selalu kalah dalam perdebatan di pesan facebook dia terus ngajak ketemuan untuk berkelahi,,hahaha akhirnya saya mengalah dengan nada sopan saya meminta maaf...

Taukah teman-teman siapa guru bijak itu...?? Guru bijak bagi saya adalah hati, ya hati nurani yang selalu memikirkan nasib orang lain dengan apa yang telah saya pikirkan dan apa yang akan saya perbuat, apakah itu bisa menyakiti orang lain atau tidak...

Dan hati yang bijak itu bisa didapatkan kalo teman-teman selalu belajar ilmu agama dan dekat dengan Tuhan, satu lagi yang bisa bikin teman-teman bijaksana adalah dengan memperbanyak membaca buku motivasi..

Saya yakin apapun agama teman-teman, agama teman-teman pastilah menyeru untuk berbuat baik dan menjauhi berbuat hal buruk.. seperti agama saya yaitu Islam, dalam Al-Qur'an dijelaskan juga bahwa kita harus berbuat baik dan menjauhi yang buruk.. maka untuk itu pelajari agama teman-teman dengan baik, kalo ada orang yang berbuat buruk dengan berkedok agama maka orang itu tidak mempelajari agamanya dengan benar...

Wednesday, May 6, 2015

Pengaruh Jepang Yang Masih dilestarikan di Indonesia


Salah satu pengaruh Jepang di Indonesia yang sampai sekarang masih di lestarikan adalah Rukun Tetangga di desa atau di kampung.

Rukun tetangga pada masa pendudukan Jepang bermanafaat untuk mengorganisasi seluruh penduduk desa untuk melakukan mobilisasi, indokrinasi, dan pelaporan kepada pemerintah militer Jepang.

Pengaruh Jepang dibidang sosial diantaranya terjadinya mobilitas sosial yang disebabkan adanya pergerakan tenaga kerja, salah satunya Tonarigum yaitu kerja sama paksa sistem RT ( Rukun Tetangga ).

Friday, May 1, 2015

Begitu Kerasnya Hidup Ini


Hidup memang gak berwarna tanpa adanya masalah, tapi ketika masalah itu datang maka kita selalu mengeluh, merasa lemes, bahkan ada rasa cenderung ingin lari dari tanggung jawab demi menjauhi yang namanya masalah..

Saya sendiri ketika menulis tulisan ini sedang berada dalam sebuah tekanan, sebenernya gak ada yang perlu dikhawatirkan dari masalah ini, tapi sifat saya yang selalu memikirkan segala kemungkinan hingga selalu merasa was was dengan apa jadinya kalo yang terjadi jauh dari kenyataan.

Yang saat ini selalu saya amalkan dalam hidup adalah jangan banyak mengeluh, hadapi semua masalah, hayati,dan nikmati masalah yang datang. Karena semua masalah hakikatnya untuk membentuk mental kita menjadi baik dan gak cemen..

Dan selalu yakinlah ketika kita melakukan hal baik maka Tuhan akan mengangkat derajat kita, akan tinggikan derajat kita, kalo perlu kita bilang pada masalah kita bahwa kita punya Tuhan Yang Maha Besar so kamu (masalah) tidak ada apa-apanya dibanding Tuhan..

Tuhan Sendiri sudah menasehati kita 2 kali dalam surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6..


5.  Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6.  Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Kesimpulannya adalah yu sama-sama hadapi semua masalah yang datang, do’a saya bagi yang membaca tulisan ini.. semoga bisa sukses di usia semuda mungkin, dan bisa hidup mapan di usia semuda mungkin.